Berita Internal Propam

Kabid Propam Polda Lampung Benarkan Proses Oknum Perwira

Bid Propam | Selasa, 27 Februari 2018 - 14:46:29 WIB | dibaca: 296 pembaca

Bandarlampung-Kabid Propam Polda Lampung Kombes Pol Hendra Supriatna membenarkan timnya mengamankan oknum Kapolsek Pugung Tampak, Pesisir Utara. Dan kini sedang di Proses di Propam Polda Lampung.

"Ya ada kita amankan oknum perwira, karena berada di wilayah luar kedinasannya, tugas di Pesisir Barat tapi berada di Lampung Utara, " kata Hendra Supriatna, Jumat (26/1)

Terkait dugaan ada hubungan dengan kematian seorang wanita, di Lampung Utara, Kabid Propam, menyatakan kasus itu sedang dalam proses penyidikan, dan diserahkan ke Polres Lampung Utara. "Kita tangani proses pelanggaran anggotanya, terkait ada dugaan dugaan pidana, di tangani Reskrim Polres Lampung Utara," kata Hendra.

Kabid Propam menjelaskan terkait tugas Div Propam secara umum adalah membina dan menyelenggarakan fungsi pertanggungjawaban profesi dan pengamanan internal termasuk penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri dan pelayanan pengaduan masyarakat tentang adanya penyimpangan tindakan anggota atau PNS Polri.

"Ada tiga cara kerja Propam, bidang fungsi dalam bentuk sub-organisasi yaitu Paminal, Bimbingan Profesi, dan provost. Pertanggungjawaban profesi berada di bawah pertanggungjawaban bin profesi, pengamanan di lingkungan internal ada Paminal, dan Provost dalam penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan polri. Kita tidak akan main main, jika ada pelanggaran disiplin anggota, " katanya.

Sebelumnya, Ahmad Rifai (50), Ayah kandung Atika Mandasari (28), warga Kota Alam, Kotabumi Srlatan, yang tewas OD setelah kencan dengan Kapolsek, lapor ke Propam Polda Lampung, dan minta proses kasus kematian Atika yang mencurigakan.

"Almarhum wafat dengan kondisi mulut berbusa, mengalir terua menerus. Sempat muntah berwarna hitam, kepalanya ada memar benjol, Kami ingin kejelasan, dan oknum Kapolsek itu bertanggung jawab, " kata Ahmad Rifai.

Menurut Rifai, Atika adalah janda anak satu usia tiga tahun. Pasca suaminya meninggal dia menafkahi anaknya. "Melalui sahabatnya Lilis, dia diajak kerja di Cafe dekat Polsek Pugung Tapak, Pesisir Barat, " kata Rifai.

Rifai menceritakan, Sabtu, sekitar pukul 15.00, korban sempat datang menemui dirinya, dan minta sejumlah uang buat jajan anaknya. "Jam tiga sore datang minta duit mau pulang, malam dapat kabar nenek wafat di Mulang Maya, lalu saya takjiah. Pulang takjiah tidur, " ujar Rifai.

Sekitar pukul 15.00, minggu sore, Rifai mendapat kabar dari keluarga lainnya, bahwa lihat korban sedang kritis di RS. "Saya mau mandi, belum lima menit ditelpon lagi, kasi kabar Atika sudah wafat," ujar Rifai.

Di RS, Rifai melihat mulut korban masih berbusa, lalu Rifai bertanya kepada dokter yang bertugas. Dokter menyatakan korban sudah tidak bernyawa saat di periksa. Dirumah Sakit ada rekan korban Mardiana, Lilis. "Kita sudah lapor ke Polda, ya nyawa tidak mungkin kembali lagi. Kita mau otopsi, tapi kata pihak medis butuh biaya banyak, gimana ini kami bingung, " katanya.

Semua kronologis, dan terkait hubungan korban dengan AKP AR, sudah dijelaskan di Polda Lampung. Bahkan AKP AR juga sudah di amanakn Propam Polda. "Kronologis dan semua cerita dan saksi saksi sudah di Polda. Termasuk hubungan almarhum dengan Kapolsek Pugung Tampak AKP Arianto, yang tinggal di Bandarlampung," katanya, yang juga sempat melihat SMS Perwira Polisi itu kepada korban usai mengantar korban. "Sempat SMS, isinya bagaimana keadaan mu, saya sudah di Bandarlampung," katanya. (r)










Komentar Via Website : 1
bahaya kutil kelamin pada wanita dan cara menyembuhkanya
25 September 2018 - 14:39:10 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)